belajar-mendidik-anak

Cara Mendidik Anak Yang Baik : Panduan Bagi Orang Tua Yang Belum Berpengalaman Mendidik Anak

Anak merupakan anugerah terindah yang yang diberikan oleh Tuhan kepada orang tua yang dianggap mampu untuk menjaga dan mendidik titipanNya. Tidak semua pasangan diberikan kepercayaan untuk mengemban tugas super berat ini.

panduan anak

Apakah kita sebagai orang tua mampu mempertanggung jawabkan kepercayaan itu? apakah kita telah memiliki sebuah master plan untuk anak-anak kita ? buku panduan atau semacam literatur? Apakah kita sudah menyiapkan time schedule untuknya? Laporan pertanggung jawaban untuk di akhirat kelak?

Ya..Seluruh pertanyaan diatas hanyalah kita sendiri sebagai orang tua yang mampu menjawabnya. Urusan mendidik anak memang sering disepelekan oleh kebanyakan orang tua.

Tapi jika kita sebagai orang tua telah menyiapkan bekal untuk mendidik anak, beruntunglah anak-anak anda memiliki orang tua seperti anda, tapi jika jawabannya “tidak atau belum” anda masih belum terlambat, masih banyak waktu untuk memperbaikinya. Mari kita sama-sama belajar untuk kebahagian dan memberikan yang terbaik buat anak-anak kita.

Menjadi orang tua bisa menjadi momok yang menakutkan bagi kita sebagai orang tua, apalagi bagi yang masih baru memiliki anak. Timbul segudang pertanyaan bagaimana cara mendidik anak, pendidikan seperti apa yang akan diberikan kepada anak, apakah kita mampu menjadi orang tua yang baik buat anak, apakah kita bisa menjadi teladan buat anak , apakah kita bisa mengantar anak kepada kesuksesan, apakah kita bisa menjadikan anak berakhlak mulia dan berperilaku baik, dan lain sebagainya.

Jika memang seperti itu yang ada dalam pikiran anda, anda termasuk kepada salah satu dari ribuan orang tua yang memiliki pertanyaan yang sama, dan memiliki harapan yang sama terhadap anak. Namun apakah pertanyaan tersebut kita diamkan begitu saja ? Atau dijalani saja sambil mencontoh apa yang dilakukan oleh teman, atau orang tua kita dahulu ? Atau mencari ilmu terkait tentang mendidik anak ? Ya…semuanya bisa kita terapkan ambil yang positif darinya.


Sebelum kita belajar lebih jauh bagaimana mendidik anak mari kita simak sebuah renungan ini, semoga kita bisa menjadi orang tua yang mengerti dan paham dengan segala kelebihan dan kekurangan yang dimiliki oleh anak dan sadar akan keunikan yang dimilikinya. Renungan ini saya kutip dari buku @anak juga manusia

Lihatlah Aku

Ayah, Ibu, tolong jangan risaukan apa yang belum dapat kulakukan, lihatlah lebih banyak kelebihanku.

Ayah, Ibu, aku memang belum bisa berhitung, tetapi lihatlah, aku bisa bernyanyi dan selalu tersenyum ceria.

Ayah, Ibu, jangan keluhkan aku tidak bisa diam, lihatlah energiku ini, bukankah kalau aku jadi pemimpin aku butuh energi sebesar ini.

Ayah, Ibu, jangan kau bandingkan aku dengan anak lain, lihatlah, aku tidak pernah membandingkanmu dengan orang tua lain, aku hanya satu.

Ayah, Ibu, jangan bosan dengan pertanyaan-pertanyaanku, lihatlah besarnya rasa ingin tahuku, aku belajar banyak dari rasa ingin tahu.

Ayah, Ibu, jangan bentak-bentak aku, lihatlah, aku punya perasaan, seperti engkau juga memilikinya, aku sedang belajar memperlakukanmu kelak.

Ayah, Ibu, jangan ancam-ancam aku, seperti engkau tidak suka diancam oleh orang lain, lihatlah, aku sedang belajar memahami keinginanmu.

Ayah, Ibu, jangan lihat nilaiku yang rata-rata, lihatlah aku mengerjakannya dengan jujur, lihatlah, aku sudah berusaha.

Ayah, Ibu, aku memang belum dapat membaca, tetapi lihatlah, aku dapat bercerita, pada saatnya aku akan bisa, aku butuh engkau percaya.

Ayah, Ibu, aku memang kurang mengerti matematika, tetapi lihatlah, aku suka berdoa, dan aku senang sekali mendoakan yang terbaik untukmu.

Ayah, Ibu aku memang banyak kekurangan, tetapi aku juga punya kelebihan, bantu aku, agar kelak kelebihanku berguna bagi sesama.

Ayah, Ibu, hubungan kita sepanjang zaman, bantu aku mengenalmu dengan cara aku belajar bagaimana engkau mengenalku

Ayah, Ibu, aku ingin mengenangmu sebagai yang terbaik, ajari aku dan lihatlah yang terbaik dariku sehingga aku bangga menyebut namamu.

Ayah, Ibu, semoga kita punya cukup waktu untuk saling mengenal dan memahami, aku belajar melihatmu dari cara engkau melihatku.

Semoga renungan diatas sedikit memberikan pencerahan kepada kita para orang tua untuk lebih memahami dan mengerti pola asuh dan pendidikan seperti apa yang akan kita berikan kepada anak-anak kita.

Disini kita akan belajar tentang pola pengasuhan anak, pendidikan, dan berbagai tips mendidik anak. Pengasuhan dimulai dari anak baru lahir, bagaimana menemukan pola asuh yang tepat bagi anak, pendidikan dimulai dari ketika anak-anak sudah mengenal dunia pendidikan, bagaimana memilih pendidikan atau sekolah yang tepat buat anak, homeschooling dsb. Serta tips-tips yang sangat berguna sekali untuk diterapkan oleh orang tua dalam kehidupan sehari-hari.

Pengasuhanpendidikantips

          PENGASUHAN                     PENDIDIKAN                   TIPS

bakat anak

Bakat Anak : Tak Diasah, Tak Berkilau Indah

pianist talentBegitulah salah satu judul artikel dalam majalah parent guide yang saya baca beberapa minggu lalu. Sangat menarik dan pantas di share kepada pembaca.

Bakat anak merupakan sebuah topik yang sangat menarik untuk diperbincangkan dan menjadi sebuah dilema juga bagi orang tua bagaimana menemukan bakat anak sedini mungkin.

Bakat anak ibarat intan yang baru ditemukan di tambang. Harus diasah, digosok, dibentuk, dan dirawat agar menjelma karya-karya bermanfaat dan bernilai tinggi.

Malam itu Luna menyempatkan hadir pada peluncuran buku “The Four Finger Pianist”. Ia datang antara lain karena tahu dirinya akan mendapatkan suguhan permainan piano klasik live Hee Ah Lee – pianist berjari empat asal Korea Selatan.

Sebagai penikmat permainanan piano klasik, Luna tahu betapa tidak mudah bermain piano apalagi membawakan repertoar klasik. Ia amat mengagumi bakat luar biasa gadis manis penyandang sindrom capit kepiting itu.

Tapi apa yang Luna saksikan malam itu lebih dari sekedar kehebatan bakat seorang Hee. Luna baru sadar bahwa selain punya bakat luar biasa, the four fingered pianist itu ternyata punya pendamping luar biasa hebat.

Dialah Woo Kap Sun, ibu kandung Hee Ah. Wanita inilah yang menemukan, mengasah dan merawat bakat luar biasa anak semata wayangnya, hingga bersinar bagai intan permata yang mahal harganya dan dikagumi semua orang yang menyaksikannya. Continue reading Bakat Anak : Tak Diasah, Tak Berkilau Indah

anak ke mall

Anak Minta Ini Minta Itu Bila Diajak Ke Mall ? Begini Cara Menyiasatinya

Belanja ke mall merupakan rutinitas penting yang harus dilakukan oleh ibu rumah tangga. Entah itu mau beli belanja bulanan, atau mau membeli keperluan rumah tangga lainnnya.

anak ke mallNamun hal ini menjadi sedikit dilema ketika mengajak buah hati ikut pergi berbelanja. Mau ditinggal di rumah tak ada yang jagain, mau dibawa repotnya minta ampun, minta inilah, minta itulah, terkadang sampai menjerit-jerit minta sesuatu yang menarik perhatiannya.

Perilaku seperti ini sebenarnya hal yang biasa bagi anak. Kenapa demikian ? Setiap anak terlahir ke dunia tanpa tahu apa-apa, dan ingin mencoba atau merasakan apapun yang dilihatnya. Continue reading Anak Minta Ini Minta Itu Bila Diajak Ke Mall ? Begini Cara Menyiasatinya

Cara anak sukses

Wajib Diterapkan Orang Tua, Agar Anak Sukses,Terbukti!

taman kanak kanakSekolah awalnya merupakan sebuah kegiatan yang menyenangkan dan paling ditunggu-tunggu oleh anak yang belum  sekolah. Lihat saja anak berusia 4 tahun sudah merengek kepada orang tuanya minta dibelikan tas, buku, pensil sama seperti yang dimilikinya oleh kakaknya.

Sekolah menurut mereka tempat dimana mereka bisa bermain, belajar dengan guru yang menyenangkan dan berkumpul bersama teman sebaya.

Momen yang ditunggu-tunggu itupun tiba. Setelah berusia 5 tahun, mulailah mereka dimasukkan ke taman kanak-kanak. Dan memang benar sekolah itu menyenangkan, belajar sambil bermain, bercanda ria dengan teman dan diajar oleh guru yang baik dan ceria. Continue reading Wajib Diterapkan Orang Tua, Agar Anak Sukses,Terbukti!

keranjingan belajar

Para Orang Tua !!! Ini Cara Agar Anak Keranjingan Belajar

Belajar dapat diartikan sebagai proses dari tidak bisa melakukan sesuatu kepada bisa melakukan sesuatu. Belajar merupakan sebuah kegiatan yang dilakukan oleh semua kalangan, besar kecil, tua dan muda. Belajar dapat dilakukan kapan saja dan dimana saja.

keranjingan belajar2Namun belajar diartikan bagi kebanyakan orang tua adalah belajar yang dilakukan disekolah atau duduk mendengarkan guru menerangkan pelajaran.  Dan kegiatan yang dilakukan diluar sekolah  bukanlah dianggap sebagai belajar dan hanya bermain semata.

Kebanyakan anak-anak lebih suka bermain daripada belajar, karena menurut mereka belajar itu membosankan dan bermain itu menyenangkan karena dilakukan sambil bersuka ria bersama teman-teman tanpa adanya paksaan dan peraturan. Sayangnya keranjingan bermain lebih banyak dialami anak ketimbang keranjingan belajar. Continue reading Para Orang Tua !!! Ini Cara Agar Anak Keranjingan Belajar

mengasuh anak

Inilah Masa Emas Perkembangan Anak, Jangan Terlewatkan

Banyak dari kita sebagai orang tua menganggap bahwa masa anak-anak terutama sejak usia nol hingga balita betul-betul dianggap sebagai masa bermain belaka. Sebenarnya pada masa inilah masa-masa pembentukan jati diri anak yang sebenarnya.

Ibarat membuat sebuah bangunan, seberapa tinggi bangunan ditentukan seberapa dalam dalam pondasi yang harus dibuat. Seberapa tinggi cita-cita anak semakin dalam pula pondasi atau pembentukan karakter dan jati diri yang harus kita tanamkan kepada anak-anak.

Teguh Imam Perdana dalam buku screaming free parenting menyebutkan masa inilah yang disebut dengan Golden Age Moment, 0-5 tahun, masa peka belajar seorang anak, 50% kecendrungan belajar disemai pada masa ini.

golden age moment

Penelitian juga dilakukan oleh para ahli seperti Dr Keith Osborn ( guru besar pendidikan anak Universitas Georgia, Amerika ) Dan Prof.Dr.Benyamin S.Bloom (guru besar pendidikan Universitas Chicago, Amerika), yang menyebutkan bahwa pada usia 0-4 tahun, perkembangan intelektual otak mencapai 50%. Pada usia 4-8 tahun menurun menjadi 30%, dan pada usia 8-18 tahun semakin menurun menjadi 20%. Continue reading Inilah Masa Emas Perkembangan Anak, Jangan Terlewatkan